Cara Menjadi Pintar Tanpa Harus Rajin Belajar

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 1/03/2018 | Rating : 5 | 0 comments
Cara Menjadi Pintar Tanpa Harus Rajin Belajar

Cerdas
Sumber Gambar : http://indonesiamengajar.org
Assalamu'alaikum...
Selamat datang di blog yang sederhana ini. Sob, pernah gak kamu merasa rajin belajar tapi pas ujian ternyata nilainya tidak lebih baik dari yang "terlihat" malas? Kita udah capek-capek ngapalin, eh taunya nilainya kecil. Tapi si dia yang males-malesan terus, eh kok hasilnya bagus. Kalau iya, baca terus artikel ini dengan teliti dan tuntas. Disini saya akan membagikan tips-tips tentang cara agar menjadi pintar tanpa harus rajin belajar.

A. Upgrade Diri dengan Hal-Hal yang Menyenangkan

Jika diibaratkan komputer, maka otak kita ada CPU-nya. Kita semua tahu bahwa setiap CPU mempunyai spesifikasi yang berbeda-beda, semakin tinggi spesifikasinya maka semakin enak untuk dipakai, kinerjanya semakin cepat, daya penyimpanannya besar, dan lain sebagainya. Biasanya orang yang rajin belajar tapi jika ujian nilainya kecil melupakan untuk mengupgrade diri. Percuma kita memasukkan materi ke otak kita jika otak kitanya tidak siap.

Jika kita mempunyai komputer tetapi kinerjanya kurang memuaskan, kita bisa meng-upgrade-nya dengan menambah atau mengganti komponen-komponen tertentu dengan spesifikasi yang lebih tinggi, misalnya menambah RAM yang asalnya 2 GB menjadi 8 GB. Nah, jika kita mempunyai otak tetapi kinerjanya kurang memuaskan maka bisa di-upgrade juga tetapi tidak dengan menambah atau mengganti komponen, tapi dengan mengasahnya, memberi nutrisi yang cukup, dan lain sebagainya.

1. Main Game

Main Games
Source: http://portalmahasiswa.com/
Main game adalah cara termudah dan terasik (menurut saya) untuk meningkatkan kemampuan otak. Bukan hanya game strategi, game balap, game perang, dan yang lainnya pun dapat meningkatkan kemampuan otak, seperti ketangkasan, reflek, kecepatan berfikir, kemampuan memahami, dan sebagainya. Hal ini sudah banyak terbukti, dari pengalaman sendiri maupun teman-teman. Contoh kasus adalah ketika dulu saya ujian nasional semasa SMK, teman-teman saya yang hobi banget belajar sampai ikutan bimbel, eh nilainya pas-pasan. Tapi yang doyan ngegame, nilai UN Matematikanya dapet 10. Dan yang lainnya juga rata-rata dapet sembilan keatas.

Tapi ingat, jangan melupakan tujuan utama. Main game secukupnya saja, untuk apa kinerja otak meningkat jika tidak dimanfaatkan dengan baik dan benar kan?

2. Olahraga

Olahraga selain mampu menjaga dan meningkatkan performa fisik kamu, juga bisa meningkatkan kemampuan otak juga. Olahraga di pagi hari sangat cocok untuk menjaga fisik dan meningkatkan kepintaran, hal tersebut dapat memperlancar aliran oksigen di dalam tubuh kita, membuat diri kita menjadi fresh, dan masih banyak keuntungan yang lainnya. Terbukti para atlet biasanya kreatif dan cerdas, minimal mempunya problem solving yang baik.

3. Pola Makan yang Baik

Disini saya tidak meminta kamu untuk berdiet. Saya hanya menyarankan kamu buat makan-makanan yang kaya protein dan tidak melupakan vitamin, gak perlu yang mahal, tahu, tempe, telur aja cukup asal konsisten. Selain itu kurangi makanan-makanan yang kurang bergizi seperti junk food. Kemudian, lebih baik sering makan dengan porsi kecil daripada jarang makan tapi sekalinya makan langsung banyak. Karena tubuh kita mempunyai daya cerna sendiri. Umat muslim pasti sudah tahu bahwa sunnah rosul jika makan dengan tiga jari, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Dan yang sangat penting adalah air putih.

4. Musik

Mendengarkan musik terutama musik klasik sudah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kecerdasan otak. Apalagi jika kita mampu memainkan alat musik. Jauhi musik-musik galau, karena musik dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Suasana hati akan sangat berpengaruh terhadap tindakan dan pikiran kita. Hindari mendengarkan musik yang beraliran keras, karena dapat merusak otak dan kinerjanya.

5. Istirahat yang Cukup

Tubuh kita memiliki hak untuk istirahat yang cukup, berarti kita wajib memenuhinya. Saat istirahat tubuh kita ber-recovery dan mendetoks tubuh kita. Jika tidak terlalu penting, jauhi bergadang. Sempatkan juga untuk tidur siang, di Jepang bahkan sudah dibudayakan untuk selalu tidur siang, perusahaan-perusahaannya pun memberikan waktu untuk tidur siang. Selain itu, sunnah rosul :)

6. Jauhi Film Tidak Senonoh, Rokok, dan Alkohol

Kalau ini sih gak perlu saya jelaskan, pada dasarnya perbuatan maksiat memang menghancurkan diri kita. Selain dilarang agama, banyak studi ilmiah yang sudah membuktikan keburukannya. Tapi jangan lupa untuk menjauhi keburukan dan melakukan kebaikan dengan ikhlas, karena dengan ikhlas kita tetap akan mendapatkan bonus yang dituju beserta amal baik dimata Allah, tapi tanpa ikhlas kita tidak akan mendapatkan apa-apa dimata Allah walau bonus yang dituju "mungkin" akan didapat. Bonus yang saya maksud adalah menjadi pintar, dan manfaat duniawi lainnya.

7. Baca Al-Quran

Ini bisa jadi menjadi salah satu alasan dibalik kecerdasan dan kesuksesan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Beliau sedari kecil diajarkan untuk selalu membaca Al-Quran. Pernah gak lihat ustadz yang bodoh? Sebodoh-bodohnya ustadz, masih cukup pintar dan terhormat.

8. Jamahi Sesuatu yang Baru

Baik dengan membaca, menonton, berlatih, atau apa pun itu. Usahakan untuk setiap hari menambah kemampuan atau pengetahuan kamu. Gak perlu yang neko-neko dulu, banyak kok pengetahuan yang asik di k4skus, h1pwee, okez*ne, dan sebagainya.

B. Cara Belajar yang Efektif

Belajar
whbs.or.id
Nah, belajar (menambah pengetahuan dengan visual maupun audio) adalah proses memasukan data kepada komputer. Lain halnya dengan latihan (melakukan), maka latihan adalah proses instalasi ke dalam komputer. Dalam belajar para ahli membedakan kemampuan manusia menjadi 3 jenis, yakni dengan mendengar (audio), melihat (visual), dan melakukan (kinestetik).

1. Menulis

Jika kita belajar dengan membaca atau mendengar, kemungkinan untuk lupa akan sangat besar. Maka dari itu, selain dari membaca dan mendengar, cobalah untuk latihan, atau dengan ditulis kembali dengan bahasa sendiri. Ini sangat ampuh, terbukti sangat ampuh. Selain itu dengan belajar menulis otomatis akan menambah kemampuan kita dalam menulis yang akan sangat bermanfaat.

2. Mengajar / Berbagi

Sebaik-baik belajar adalah mengajar. Memang begitu faktanya, dengan mengajar kita bisa lebih banyak mendapatkan inspirasi dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin jika oleh hanya diri kita sendiri tidak akan terfikirkan. Selain dari itu, dapat membuat kita lebih fokus dan membuat proses belajar lebih menyenangkan dan bermanfaat. Jika benar maka akan menjadi amal jariyah, jika salah maka kita tidak akan tenggelam dalam kesalahan, karena ada yang membenarkan jika kita mengajarkannya.

3. Waktu yang Tepat dan Tepat Waktu

Dalam belajar ada waktu-waktu yang baik. Sebenarnya waktu yang baik adalah waktu dimana kita bisa fokus, dan setiap orang beda-beda kenyamanannya. Tapi tubuh kita tetap memiliki sistem yang sama. Waktu subuh sangat baik untuk belajar dibandingkan malam hari, kemudian waktu setelah ashar dan maghrib sangat dianjurkan pula untuk belajar. Selain dari itu, optimalnya manusia akan kondusif melakukan suatu pekerjaan secara terus-menerus selama dua jam, maka dari itu usahakan untuk selalu istirahat setidaknya 2 jam sekali.

Nah, itu dia beberapa tips dari saya agar dapat menjadi pintar tanpa harus rajin belajar. Tentu saja artikel ini banyak kekurangannya, dan saya mohon agar dimaafkan dan meminta saran untuk perbaikan kedepannya. Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya.
Wassalamu'alaikum...

Kritik Carpon Leuwi Kanyaah : Kanyaah nu Teu Kaukur

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 1/03/2018 | Rating : 5 | 0 comments
Kanyaah nu Teu Kaukur
kritik keur carpon Leuwi Kanyaah karangan Sofyan Limbangan (Manglé 2595: 57 - 59)
ku Septia Mujizat

Kritik Carpon Basa Sunda
Dokumentasi Pribadi
Curug Sondong, Geopark Ciletuh, Sukabumi
Ngomongkeun kanyaah kolot mah moal bisa kaukur ku leuwi, enya gé lain ka budak sorangan. Tapi da nu kapanggih ku kuring mah dina carpon ieu téh Sofyan Limbangan lain medarkeun kumaha nyaahna guru ka murid, lolobana mah nyaritakeun kahariwang guru.
Dina carpon ieu, lalakon utama anu teuing saha ngaranna téh boga kasa tukang nu mirip jeung salah sahiji guru kuring basa SMK. Jadi guru téh lain ku dihaja, pédah meunang amanat ti nu jadi guruna baheula. Salakina ogé gawéna sok aprak-aprakan saba leuweung ka luar pulo, da puguh téa pagawéanana téh nyaéta survéyor géodési. Ari dina carpon ieu mah cenah salakina lalakon utama téh geologist, padahal teu kabéh geologist gawéna aprak-aprakan ka leuweung. Kuring apal téh sabab kuring gé pernah ngalaman training ngeunaan géodési jeung pemetaan. Aya ogé geologist anu gawéna téh haben cicing di hareupeun layar monitor komputer, da puguh téa gawéna téh di bagian digitalisasi ciga kuring baheula nalika training géodési salila genep bulan di salah sahiji perusahaan konsultan géodési di Bandung.
Lumayan deukeut kuring jeung guru éta téh. Kahariwang anjeunna jauh leuwih loba ti nu dicaritakeun di carpon ieu. Tapi kitu ogé kanyaah ka murid-muridna, mun meunang lebay mah kanyaahna téh teu bisa kaukur ku legana samudera ogé. Malahan mah anjeunna nepi ka nyadiakeun lés gratis pikeun muridna anu rada hésé nuturkeun matéri di sakola. Tah kuring deukeut jeung anjeunna téh kusabab kuring ogé mantuan anjeunna jadi staff pengajar di organisasi pendidikan anu dijieun ku anjeunna jeung salakina.
Enya gé guru kuring mah moal bisa ningali barudak leutik anu lalucu paripolahna, tapi sakaapal kuring mah can pernah kapikiran ku guru kuring pikeun ngundurkeun diri kusabab teu kuat ku ti sisi-ti gigir ciga nu dicaritakeun na carpon ieu. Padahal kuring apal pisan kumaha pabaliutna masalah nu aya di sakola ayeuna. Can lamun inget ka bengalna babaturan kuring baheula, kaasup ogé kuring sabenerna mah, ngan kuring mah aya kénéh bageur-bageurna.
Anu dilebarkeun dina carpon ieu nyaéta kuring mah asa maca monolog, malahan mah rada hésé hayang ngarti alur caritana téh. Tinu keur nungguan pengumuman lomba téh cleng ka lima taun ka tukang, rada kaharti kénéh da ieu mah flashback. Geus kitu téh dicaritakeun deui yén manéhna téh keur persiapan lomba, ongkoh geus rék pengumuman? Meureun kuring nu salah ngarti éta mah, da mimiti maca mah sugan téh latar wewengkonna keur dinu acara pengumuman perlombaan, lain acara perlombaan anu pinunjulna langsung diumumkeun.
Kuring ogé rada bingung nalika aya kecap manéhna dina paragraf ka opat, sabab ti paragraf hiji kénéh gé can aya hiji ogé kalimah anu nyaritakeun hiji tokoh. Komo ti paragraf ka genep mah kuring beuki bingung, naha si lalakon utama téh keur dicaritakeun atawa nu keur nyarita?
Sasampurna-sampurna jalma pasti aya waé kakurangan jeung kasalahan mah, kitu ogé nu kapanggih ku kuring dina carpon ieu. Aya sababaraha kecap anu teu sampurna cara nulisna. Diantarana nyaéta aya kecap anu sakedahna nganggé huruf e curek “é” ngadon maké e biasa, nyaéta kecap “we” anu kedahna diserat “wé”, sareng kecap “oge” anu kedahna mah diserat “ogé”. Aya ogé kecap anu teu konsistén, nyaéta kecap “ceuk”, sakapeung mah diserat “cék”, aya ogé anu diserat “cek”. Kuring ogé kurang merenah nalika maca kecap “ngandelken”, panginten teu kaserat huruf “u”-na da nu raos kanggo diaos mah “ngandelkeun”. Kecap ”frame” ogé pan saleresna mah kecap ti basa deungeun anu can lumrah na basa Sunda, sabab aya kénéh kecap bingkéi anu bisa dipaké. Lain teu bisa dipaké kecap “frame” téh, ngan kedahna mah pan cara panulisanana dimiringkeun jadi “frame”.
Dina carpon ieu, Sofyan Limbangan bisa méré peupeujeuh keur guru-guru, utamana ngaliwatan lalakon kepala sakola, nyaéta anu disebut Bunda téa. Pangpangna mah peupeujeuh keur guru-guru anu ngora kénéh. Salah sahijina nyaéta ngingetan yén dimana waé urang hirup pasti aya waé masalah mah, da jalma anu bijak mah anu bisa ningali kahadéan ti sagunung masalah, lain anu teu boga masalah. Puguh jalma anu ngarasa teu boga masalah téh boga masalah anu gedé pisan, nyaéta teu bisa ngarasakeun hirup di kahirupan. Ari jadi guru mah da lain saukur profési, tapi leuwih ka dédikasi.

*Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah kritik sastra.
Kategori : , ,

Pantai Ujung Genteng Sukabumi - Salah Satu Pantai Indah Jawa Barat

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 1/03/2018 | Rating : 5 | 0 comments
Pantai Ujung Genteng Sukabumi - Salah Satu Pantai Indah Jawa Barat

A. Sekilas Tentang Pantai Ujung Genteng

Sunrise
Sunrise - Pantai Ujung Genteng Sukabumi
Pantai Ujung Genteng adalah daerah pesisir pantai selatan jawa barat yang masuk dalam wilayah pemerintahan kabupaten Sukabumi yang terletak di semenanjung barat daya pulau jawa dan berbatasan langsung dengan samudra hindia. Salah satu surga tersembunyi di jawa barat ini ini terkenal dengan air laut yang jernih. Letaknya lebih kurang 200 km dari kota Jakarta. Pekerjaan sebagian penduduknya adalah nelayan dan petani. Sebagian warga masyarakat pantai ujung genteng lain memproduksi gula kelapa.

Nama ujung genteng berasal dari ujung genting. Penamaan ini didasarkan pada ujung ujung genting yang berada di ujung salah satu sudut pulau di jawa barat yang berbentuk gunting. Bagian ujung gunting bawah disebut ujung genteng, sedangkan di ujung genteng atas berada di ujung kulon.

B. Pesona Keindahan Pantai Ujung Genteng

Perjalanan menuju kesana cukup terjal dan membutuhkan waktu yang cukup lama, meskipun relatif lama karena perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan, namun perjalanan itu akan terasa ringan dan cepat mengingat sepanjang jalan disuguhi keindahan alam yang sangat luar biasa. Pesisir pantai pelabuhan ratu sangat terlihat jelas dari atas bukit bagbagan. Begitu juga perkebunan teh Surangga dan perkebunan kelapa yang berhamparan dan adannya sapi sapi yang di rawat.

Sunset maupun sunrise disana sangatlah indah. Selain keindahannya, pantai ini pun masih sepi dan bersih, penduduk disana pun cukup ramah kepada pengunjung. Disana terdapat setidaknya tiga jenis pantai dalam jarak yang cukup berdekatan. Ada pantai pasir yang langsung menuju laut lepas, biasanya digunakan oleh para nelayan untuk berlabuh, banyak juga pengunjung yang bermain disana. Ada pantai yang dangkal dan setelah beberapa meter air dengan dasar pasir terdapat banyak batu karang, biasanya dipakai oleh para pengunjung terutama anak kecil untuk bermain, karena tidak langsung ke laut lepas. Anda bisa melihat sunset yang indah disana.

Sunset
Sunset - Pantai Ujung Genteng Sukabumi
Di wisata alam jawa barat pantai ujung Genteng ini pun anda bisa melihat penangkaran penyu penyu hijau (Chelonia mydas), namun Anda perlu menempuh perjalanan lagi untuk dapat ke lokasi tersebut. Tempat ini dibuka untuk umum pada pagi dan siang hari, namun di jaga ketat oleh petugas kementrian kelautan dan perikanan di malam hari. Saat malam hari penyu penyu itu bertelur yang dihasilkan mencapai 100 butir dan segera di lindungi oleh petugas, menggali lubang untuk tempat telurnya dan menutup agar terlindungi dari binatang buas. Bayi penyu yang sudah menetas di kembalikan ke pantai pangumbahan. Anda juga bisa menyentuh penyu tersebut, dan menikmati keindahn sunset pada sore hari.

Pemandangan Sunrise
Sunrise - Pantai Ujung Genteng Sukabumi

C. Rute Menuju Pantai Ujung Genteng

Jika Anda menuju ujung genteng menggunakan kendaraan umum, tujuan pertama adalah terminal sukabumi dan carilah angkutan umum tujuan Terminal Lembur Situ, setelah itu anda bisa menggunakan bus atau elf jurusan Surade, sesampai Surade anda bisa naik angkot warna merah jurusan Genteng.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari sukabumi menuju ujung genteng yang di tempuh selama 3-4 jam perjalanan. Tentu jika menggunakan kendaraan pribadi akan lebih mudah karena Anda dapat menggunakan aplikasi penunjuk jalan seperti Google Maps atau yang lainnya. Disarankan untuk tidak melakukan perjalanan menuju Ujung Genteng pada waktu malam hari, dikarenakan jalan yang dilalui masih sangat kurang penerangan, ditambah lagi Anda akan melewati beberapa daerah yang masih rawan terjadi perampokan di jalan atau pembegalan.

TERMINAL LEMBUR SITU > SURADE > GENTENG

D. Fasilitas di Pantai Ujung Genteng

Untuk pantai yang sangat menawan, fasilitas jalan menuju pantai ujung genteng juga masih sangat memperhatinkan. Bayangkan saja, pantai dengan potensi seindah itu masih memiliki akses jalan yang berlubang dan sempit. Tiket masuk ke pantai masih terbilang murah, hanya sekitar Rp. 10.000,- permotor. Disana pun terdapat banyak penginapan yang murah dan cukup nyaman bagi saya, karena fasilitas dan layanan yang diberikannya pun cukup lengkap dan baik. Air bersih pun mudah untuk didapatkan. Anda juga dapat membeli ikan segar di pagi hari, karena di Ujung Genteng terdapat pasar pelelangan ikan hasil tangkapan para nelayan disana. Jika Anda ingin berbelanja, Anda tidak perlu khawatir karena disana pun terdapat banyak toko dan warung yang cukup lengkap dan masih terbilang murah untuk sebuah daerah wisata.

Pemandangan
Pemandangan - Pantai Ujung Genteng Sukabumi
 Perlu di jetahui juga Pantai ujung genteng juga berdekatan pantai pantai yang indah dan masih alami yang memiliki keindahan tersendiri. Di dekat pantai ujung genteng juga terdpat pantai lain yang indah dan potensial adalah Pantai kelapa doyong (kelapa condong), Pantai batununggal dan pantai ombak tujuh tempat surfing kelas dunia. Pantai pengumbahan yang terkenal sebagai tempat bertelurnya penyu hijau, Pantai batu keris, Pantai akuarium, belum lagi sungai muara, air terjun, perkebunan, tempat pelelangan ikan, dan masih banyak lagi.

Ombak
Ombak - Pantai Ujung Genteng Sukabumi
Wisata pantai Ujung genteng merupakan daya Tarik utama dan juga pusat pelayanan bagi wisatawan yang datang, Fasilitas umumnya terdapat penginapan murah , rumah makan yang menyediakan menu seafood, warung, toko kelontong, toilet,musolla, area parkir yang luas dan aman. Di sektar pantai ini terdapat penginapan murah dan homestay murah yang bersih dan dengan harga yang terjangkau harganya dengan kisaran Rp 60.000 – Rp 150.000 / kamar, wisatawan sudah dapat menginap di tempat yang bersih dan nyaman.

.: Semoga Bermanfaat :.
Kategori : , ,

Telaah Sastra : Novel Sunda 'Jangji Asih' karya Aam Amilia

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 12/26/2017 | Rating : 5 | 0 comments
Loba Kanyeri, Gedé Mangpaat
Analisis Novél Jangji Asih karya Aam Amilia (Pendekatan Pragmatik)

A. Riwayat Pangarang
Aam Amilia lahir tur gedé di Bandung. Ti umur 12 taun geus resep tulas-tulis. Cerpénna, “Ulang Tahun”, dimuat dina Lembaran Minggu Pikiran Rakyat. Carponna nu munggaran “Timburu” kapanggih ku Muh. Rustandi Kartakusumah, dimuat dina Manglé keur Aam umur 16 taun. Saterusna jadi pangarang dina dua basa. Nepi ka ayeuna, geus puluhan bukuna nu terbit. Di antarana novel jeung kumpulan carpon dina basa Sunda: Puputon (1979), Buron (1980), Kalajengking (1980), Panggung Wayang (1992), Suminar (2008), Talaga Malihwarni (2012), Kembang-kembang Anten (2014), jeung Di Antara TIlu Jaman (2016). Dina basa Indonesia: Jago-jago Bandung Selatan (1970), Karena Kasih Sayangmu (1971), Di Ujung Bayang-bayang (1989), Kutunggu di Bukit Bunga (2005), jsté. Novelna Sanggeus Halimun Peuray (1992) diangkat kana film ku Dewan Film Nasional (DFN).

Aam geus nulis sababaraha biografi guru besar, seniman, tokoh perkebunan, tokoh pendidikan jeung jurnalistik. Kungsi ngadidik tur ngalahirkeun welasan penulis, ngaliwatan HPPM Nurani, Manglé Rumaja, Caraka Sundanologi, jeung Panglawungan 13. Kungsi meunang penghargaan pikeun karya jeung jasa, ti Lembaga Basa jeung Sastra Sunda, Piagam Moh Ambri ti PP-SS, Majalah Manglé, Sarinah, Zaman, IKAPI Jawa Barat, Anugerah Budaya ti Gubernur Jawa Barat, jeung Anugerah Sastra ti Institut Budaya Sunda. Kumpulan carponna Di Antara Tilu Jaman (2016) dileler hadiah Sastra Rancagé 2017.

Kiwari masih kénéh nulis tur ngasuh rubrik “Sekelumit Romantika Kehidupan” di HU Pikiran Rakyat edisi Minggu.

Sumber: Aam Amilia. Jangji Asih. 2017. Bandung: Kiblat Buku Utama.

B. Dasar Téori
Pendekatan pragmatik nyaéta pendekatan telaah sastra anu némbongkeun kumaha katarimana hiji karya sastra ku nu maca. Ana pon numutkeun para ahli, définisi pendekatan pragmatik nyaéta:
1. “Pendekatan pragmatik merupakan perhatian utama terhadap peran pembaca. Dalam kaitannya dengan salah satu teori modern yang paling pesat perkembangannya yaitu teori resepsi” (Abram, 1958 : 14 – 21).
2. Numutkeun A. Teeuw (1994), téori pendekatan pragmatik nyaéta salah sahiji bagian ilmu sastra anu mangrupakeun pragmatik kajian sastra anu nitik beuratkeun dimensi pembaca salaku nu nangkep jeung nu méré makna ka karya satra.
3. Felix Vedika (Polandia), pendekatan pragmatik mangrupakeun pendekatan anu teu jauh béda jeung artéfak (benda mati), anu macana anu ngahirupkeun salaku prosés konkritasi.

C. Ringkesan Carita
Novel Sunda Jangji Asih
Novel Sunda: Jangji Asih
Tokoh utama dina novel Jangji Asih ieu téh ngaranna Asih. Miboga rupa anu goréng tapi bageur. Manéhna hirup jeung indungna, saimah jeung uwa jeung babaturanna. Boga tilu lanceuk lalaki tapi geus kurenan jeung marisah jeung kolot. Katilu lanceukna mah karasép da mirip ka indungna, ari Asih mah leuwih mirip ka bapana anu sarua goréng. Asih sakola kénéh satingkat SMA, tegesna kelas 3 di sakola kasenian. Manéhna asup sakola seni lantaran boga sora nu alus jeung pangaresep dina widang seni musik, nyaéta kawih.

Kacaritakeun yén sakolana téh rék magelarkeun pintonan drama sora ‘Sangkuriang’ dina raraga ngareuah-reuah tepung taun nu bakal ditongton ku tokoh-tokoh sa-Indonésia. Manéhna meunang tawaran pikeun jadi juru kawih atanapi dubber peran Nyi Dayang Sumbi. Ari nu meunang peran jadi Nyi Dayang Sumbina mah Lasmini, nyaéta babaturanna anu panggeulisna di sakola tapi miboga sora anu goréng sabalikna ti si Asih. Ari nu meunang peran Sangkuriangna mah nyaéta Tresna, lalaki anu dipikaresep ku si Asih.

Konflik nu aya dina ieu novel nyaéta nalika ‘Sangkuriang’ bérés dipéntaskeun hareupeun éks siswa Sakola Kasenian, Asih ngarasa teu dihargaan pisan. Manéhna ningali babaturanna téh ngan ngabagéakeun Lasmini hungkul, padahal manéhna anu nga-dubbing sorana sangkan jadi alus téh. Katambah nalika balik ka imah, si Asih ningali yén dina brosur pagelaran éta téh ngaran manéhna ngan ditulis maké mangsi bari diselipkeun hungkul, malahan mah dina brosur nu lianna mah euweuh ngaran manéhna. Alatan kitu manéhna jadi nyeri haté pisan nepi ka embung jadi ngilu ilubiung dina pagelaran éta.

Geus dipénta ku sababaraha jalma, boh ku guru-guru nepi ka diréktur ogé tetep teu bisa ngarobah haténa améh daék maén deui dina éta pagelaran. Asih kanyenyerian kénéh ku asa teu dihargaanna manéhna dina éta pagelaran. Diolo ku Tresna, lalaki anu dipikaresep ku manéhna ogé angger mugen. Tapi tungtungna mah manéhna daékeun ogé, pédah manéhna nyaah ka Tresna. Asih embung ningali Tresna dicarékan ku guru-guru jeung nu lianna.

D. Analisis
Jejer anu diangkat dina novél ieu nyaéta katulusan cinta jeung étika di dunia seni. Pangarang dina novel ieu hayang nepikeun pesan ngeunaan cinta anu suci, nyaéta cinta anu teu ngarepkeun balesan, cinta anu teu kudu dipikanayaho ku batur, cinta anu ngabutuhkeun pengorbanan. Aam Amilia ogé hanyang nekenkeun yén nu ngaranna seniman kudu bisa ngaprésiasi seniman nu séjén, teu meunang aya nu diapi lainkeun. Najan urang kudu jalma anu tulus dina ngalakonan sagala pagawéan di ieu kahirupan, tapi lain harti urang meunang nyapirakeun batur ku jasa-jasana, rék peran sakumaha leutikna ogé.

Pangarang ogé ku cara teu langsung rada nyindir kapitalisme. Ayeuna jalma dina ngalakonan kahirupan téh geus remen ku pamaksudan pikeun meunang kauntungan. Lolobana jalma geus leungiteun idéalisme. Anu jadi pipikiran jeung cecepengan téh lain kumaha prinsip jeung prosésna, tapi nekenkeun hasil anu hadé jeung kauntungan anu dimeunangkeun. Ciga solokan saat anu dicaritakeun dina awal carita.

Intina nyaéta pangarang hayang nekenkeun masalah aprésiasi jeung toléransi. Sakumaha goréngna sikep batur ka urang, urang mah kudu tetep soméah jeung profésional. Panceg dina galur, da hirup mah lain nu urang jeung lain kumaha urang, tapi kumaha engké saenggeus kahirupan gumantung ka kumaha urang ngalakonan kahirupan nu ayeuna.

Ari jelema mah da sakumaha loba urang nyieun kahadéan, tetep nu babari kaingetna mah nyaéta nalika urang nyieun kagoréngan. Béda jeung Gusti Nu Maha Adil, sakumaha loba urang nyieun kagoréngan, pasti dihampura lamun urang bener-bener tulus jeung daék diajar tinu kasalahan.
Loba nu nganggap yén cinta téh butuh pengorbanan, saluyu jeung nu dicaritakeun tur ditekenkeun ku pangarang dina carita ieu. Tapi kuring teu sapanuju, sabab perjuangan dina nunaikeun maksud cinta mah lain mangrupakeun pengorbanan, tapi kahormatan.

Kuring kataji ku tangkal anu dicaritakeun dina novél ieu. Aya pesen anu teu sacara langsung ditepikeun ku pangarang. Kuring ngaréprésentasikeunna saluyu jeung katulusan. Beuki tumbuh manéhna beuki bisa ngaiyuhan jalma ogé sasatoan nu aya dihandapeunna, padahal manéhna mah beunang langsung ku panon poé anu panas méncrang. Manéhna gé tara ngeluh sanajan daun-daunna kudu maruragan, malahan mah tuluy numbuhkeun deui daun-daun anyar pikeun jadi pelindung tinu kapanasan jeung ngarobah karbondioksida jadi oksigén pikeun kabutuhan kahirupan manusa.
Tapi kuring ngarasa pesen katulusan anu hayang ditepikeun ku pangarang jadi kurang pédah dicaritakeun si Asih téh hayang némbongkeun yén manéhna boga haté anu wening. Ari jalma nu miboga haté wening mah kuduna teu paduli batur nganggap manéhna alus atau goréng, lamun aya niatan kitu mah cendrung kana dendam jeung faktor égoisme.

Dina novél ieu, pangarang ogé loba teuing némbongkeun kanyeri nu dirasakeun tokoh utama. Anu masalahna mah sabenerna ngan hiji, tapi loba teuing diulang. Nu geus kahatéan téh ngadon jadi bosen pédah terus-terusan disebutkeun kanyeri anu éta-éta kénéh. Henteu salah ogé teu goréng, ngan dinamika émosina jadi kurang.

Tungtung carita karasa ngagantung, aya kénéh masalah-masalah anu can kajawab. Naha dihaja atawa henteu, tapi kuring ngalebarkeun panutupan ieu novél anu masih bisa leuwih alus deui. Ceuk kuring mah pangarang buru-buru teuing dina nganggeuskeun ieu carita.

*Tulisan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Telaah Sastra.

.: Semoga Bermanfaat :.
Kategori : , ,

Menjelajahi Keindahan Alam Sukabumi

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 8/07/2017 | Rating : 5 | 0 comments
Kekayaan Alam Sukabumi untuk Indahnya Indonesia

NetXZ - Tak kan ada habisnya jika kita berbicara tentang indahnya bumi Indonesia. Negara kepulauan terbesar di dunia ini memiliki kekayaan alam yang melimpah dan beraneka ragam, baik itu satwa maupun fauna. Indonesia sendiri adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, dengan jarak sekitar 54.716 Km. Fantastis! Bagaimana bisa kita tidak menikmatinya?
Uang bisa saja hilang, tapi pengalaman akan melekat abadi pada diri seseorang. Harta bisa dicari, tapi kesempatan yang terlewat tak akan pernah kembali lagi.
Saya tentunya belum sampai menjamahi seluruh kekayaan Indonesia, bahkan mungkin akan sangat sulit untuk ada yang bisa melakukannya. Namun izinkanlah saya untuk berbagi sedikit pengalaman saya jalan-jalan ke pantai selatan bagian barat pulau Jawa. Ya, Sukabumi itu namanya!

1. Ujung Genteng

Ujung Genteng
Sunrise - Pantai Ujung Genteng Sukabumi

Seperti namanya, pantai ini memang bisa dibilang ujung selatan dari pulau Jawa. Karena itu, Sobat bisa melihat sunrise di pagi hari dan juga melihat sunset di sore hari. Di pantai sebelah timur, Sobat bisa bermain dengan ombak, karena pantai langsung menghadap ke laut lepas. Sedangkan di sebelah barat, Sobat bisa membawa anak-anak bermain air, karena airnya tenang dan children friendly. Yang pastinya, Sobat bisa menemukan banyak spot foto yang menarik dan indah untuk diabadikan.

Di Ujung Genteng juga Sobat gak usah takut gak bisa tidur nyenyak! Ada banyak penginapan untuk para wisatawan yang harganya terjangkau dengan fasilitas yang baik dan memadai. Kemudian, di perjalanan menuju lokasi pun Sobat akan disuguhi pemandangan yang indah. Namun Sobat perlu sedikit bersabar karena akses jalan menuju Ujung Genteng terbilang cukup jauh dan masih terdapat banyak jalan berlubang.
*Info tambahan
Ujung Genteng ini terkenal juga dengan cagar alam penangkaran penyu (Chelonia mydas) yang berlokasi di Pantai Pangumbahan. Tempat ini dibuka untuk umum pada pagi dan siang hari, namun dijaga ketat oleh petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di malam hari. Bulan November adalah puncak kedatangan penyu untuk bertelur di area ini yang dapat mencapai 30 ekor per malamnya. Sayangnya saya tidak mengunjungi tempat ini dikarenakan keterbatasan waktu. Untuk detail atau gambarnya bisa Sobat cari di mbah google. Sobat juga bisa mendapatkan informasi lain mengenai pantai Ujung Genteng di situs sumber.com dan situs ujung-genteng.info. Atau kunjungi artikel dalam blog ini : Pantai Ujung Genteng Sukabumi - Salah Satu Pantai Indah Jawa Barat.

2. Geopark Ciletuh

Pantai Palangpang Geopark Ciletuh, Sukabumi
Sukabumi patut berbangga karena salah satu kawasannya ditetapkan sebagai taman nasional, yakni taman bumi (geopark) Ciletuh. Saat ini, kawasan wisata ini juga tengah diuji oleh UNESCO untuk bisa menjadi salah satu taman bumi global UNESCO. Informasi lebih lengkap bisa Sobat dapatkan di situs new.ciletuh.com.

Tentu saya tidak mau ketinggalan untuk mengunjungi "calon" kawasan wisata tingkat dunia ini. Namun saya hanya mengunjungi beberapa tempat saja, yakni Mega Panenjoan, Curug Cimarinjung, dan Curug Sondong. Ada banyak curug (air terjun) yang belum sempat saya kunjungi, diantaranya adalah Curug Cikanteh, Curug Puncak Manik, Curug Awang, Curug Tengah, dan Curug Dogdog. Walau begitu cukup memuaskan hati saya, meski sedikit ada yang mengganjal karena tidak sampai kepada Puncak Dharma yang terkenal itu. Di Mega Panenjoan saja saya sudah bisa melihat indahnya pemandangan hijau yang memanjakan mata di kawasan wisata Geopark Ciletuh ini.


Curug Cimarinjung

Curug Sondong dan Mega Panenjoan

3. Palabuhanratu

Yang satu ini pasti sudah banyak yang kenal. Pantai yang juga terkenal dengan sebutan Pelabuhan Ratu ini berada di pesisir Samudra Hindia di selatan Jawa Barat, Indonesia. Lokasinya terletak sekitar 60 km ke arah selatan dari Kota Sukabumi. Topografinya berupa perpaduan antara pantai yang curam dan landai, tebing karang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam. Pemandangannya yang sangat indah membuat Sobat betah untuk berlama-lama.

Tidak berapa jauh dari Pantai Palabuhanratu, terdapat juga beberapa lokasi wisata lainnya. Salah satunya adalah Pantai Karang Hawu, yang letaknya sekitar 20 km dari Palabuhanratu. Karang Hawu adalah sebuah pantai karang yang menjorok ke laut yang memiliki lubang di beberapa bagian. Bentuk karangnya menyerupai bentuk tungku, yang dalam bahasa Sunda disebut "Hawu".

Oh iya, ada info menarik juga mengenai pantai Palabuhanratu ini. Karena tempatnya yang menarik, Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatan pada tahun 1960 di Tenjo Resmi. Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah Samudera Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada "Sarinah", yang kesemuanya menggunakan dana rampasan perang dari Jepang.

Berikut adalah foto dokumentasi ketika saya mengikuti latihan gabungan nasional salah satu perguruan silat beberapa tahun silam:



Itulah sedikit pengalaman saya menjelajahi kekayaan alam di Sukabumi, salah satu surga alam paling indah di Indonesia. Sebagai penutup dari saya, ada pepatah Sunda yang baik untuk kita terapkan.
Gunung teu meunang dilebur (gunung tidak boleh dihancurkan), sagara teu meunang diruksak (laut tidak boleh dirusak), buyut teu meunang dirempak (sejarah tidak boleh dilupakan).
Mudah-mudahan informasi yang dapat saya bagikan ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan Sobat blogger sekalian. Lebih kurangnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sampai jumpa pada tulisan saya yang berikutnya.
Kategori : , ,
 
Template Modified by Septia Mujizat
Proudly Powered by Blogger