Perbedaan Orang Cerdas dengan Orang Bodoh

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 6/10/2017 | Rating : 5 | 11 komentar
Perbedaan Orang Cerdas dengan Orang Bodoh

Kecerdasan
Assalammualaikum wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan kali ini saya akan membahas perbedaan-perbedaan antara orang cerdas dengan orang bodoh dengan membandingkan sudut pandang / cara dia menjalani kehidupan. Hal ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan pelajaran-pelajaran atau nilai-nilai ujian disekolah, karena yang dibahas disini adalah kecerdasan emosional, bukan kecerdasan intelijen semata.


APAKAH SOBAT TERMASUK ORANG YANG CERDAS ATAU BODOH? Silahkan simak dan nilai oleh Sobat sendiri, karena orang yang paling bertanggung jawab dan paling menentukan bagaimana hidup Sobat adalah Sobat sendiri.

Penasaran? Silahkan simak 50 perbedaan orang cerdas dengan orang bodoh berikut ini:
  1. Orang cerdas menyadari dan mengakui kecerdasannya sehingga ia merasa bodoh di hadapan tuhannya, sedangkan orang bodoh tidak menyadari dan tidak mengakui kebodohan nya sehingga ia merasa cerdas dihadapan Tuhannya
  2. Orang cerdas bercermin kepada kematian sedangkan orang bodoh becermin pada kehidupan.
  3. Orang cerdas lebih banyak menghitung-hitung kekurangannya, sedangkan orang bodoh lebih sring menghitung-hitung kelebihannya.
  4. Orang cerdas selalu menuntut dirinya untuk mengasihi, menyayangi, dan mencintai, sedangkan orang bodoh selalu menuntut untuk dikasihi, disayangi dan dicintai.
  5. Orang cerdas berharap dapat mengenal dirinya sendiri, sedangkan orang bodoh berharap orang lain untuk mengenal dirinya.
  6. Orang cerdas memikirkan bagaimana ,membalas kebaikan orang lain, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana agar orang lain membalas kebaikannya.
  7. Orang cerdas berpikir secara sistematis, metodologis, dan rasional, sedangkan orang bodoh berpikir dengan cara spekulatif dan emosional.
  8. Orang cerdas selalu berusaha untuk mewujudkan pemikirinnya, sedangkan orang bodoh larut dalam pemikirannya tanpa sempat untuk mewujudkannya.
  9. Orang cerdas bertindak sebelum menasehati, sedangkan orang bodoh menasehati sebelum bertindak.
  10. Orang selalu selalu berkaca tanpa cermin, sedangkan orang bodoh selalu berkaca dengan cermin.
  11. Orang cerdas selalu berpikir berbagai cara untuk memuji, sedangkan orang bodoh selalu berpikir berbagai cara untuk di puji.
  12. Orang cerdas selalu berusaha mencari dan mengumpulkan ilmu, Orang bodoh selalu berusaha mencari dan mengumpulkan harta.
  13. Orang cerdas memikul buku-buku didalam benaknya, sedangkan orang bodoh memikul buku-buku di kendaraannya.
  14. Orang cerdas lebih sering berbuat daripada berbicara, sedangkan orang bodoh lebih sering berbicara daripada berbuat.
  15. Orang cerdas merasa butuh memohon kepada Tuhannya, sedangkan orang orang bodoh merasa diminta dan diperlukan Tuhannya.
  16. Orang cerdas mengetahui adanya kemudahan di setiap kesulitan, orang bodoh merasa kesulitan menghadapi kemudahan.
  17. Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya.
  18. Orang cerdas selalu merasa malu untuk menolak pertolongan orang lain, sedangkan orang bodoh tanpa rasa malu selalu mengharapkan pertolongan orang lain.
  19. Orang cerdas bisa belajar dari kegagalan, sedangkan orang bodoh sering terbuai oleh keberhasilan.
  20. Orang cerdas memandang pasangan hidupnya sebagai mitra, sedangkan orang bodoh memandang pasangan hidupnya sebagai bawahan.
  21. Orang cerdas acapkali membicarakan tentang kebesaran Tuhannya, sedangkan orang bodoh seringkali membicarakan kehebatan dirinya.
  22. Orang cerdas selalu menghindar dari ketidaktahuan, sedangkan orang bodoh sering menjerumuskan diri dalam ketidaktahuan.
  23. Orang cerdas memimpin dengan suri tauladan, sedangkan orang bodoh tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri.
  24. Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat.
  25. Orang cerdas berbicara dengan akal, sedangkan orang bodoh berbicara dengan lidah.
  26. Orang cerdas selalu mudah untuk dipahami, sedangkan orang bodoh selalu sulit untuk dipahami.
  27. Orang cerdas hanya mencuri ilmu, sedangkan orang bodoh mencuri apapun yang dibutuhkannya.
  28. Orang cerdas mencintai apa yang di sukai Tuhannya, sedangkan orang bodoh membenci apa yang disukai Tuhannya.
  29. Orang cerdas selalu bersyukur disaat senang maupun susah, sedangkan orang bodoh tak mampu bersyukur walaupun di saat senang.
  30. Orang cerdas bersandar pada doanya, sedangkan orang bodoh bersandar pada kemampuannya.
  31. Orang cerdas mampu menertawakan musibah, sedangkan orang bodoh selalu dtertawakan musibah.
  32. Orang cerdas selalu mencari kebenaran, sedangkan orang bodoh selalu menutupi kebenaran.
  33. Orang cerdas selalu berupaya melupakan kebaikannya,sedangkan orang bodoh sibuk mengingatkan orang lain tentang kebaikannya.
  34. Orang cerdas mempersiapkan diri menuju kematian, sedangkan orang bodoh hanya menunggu waktu kematian.
  35. Orang cerdas memandang keturunannya sebagai amanah yang akan menyelamatkannya, sedangkan orang bodoh memandang keturunannya sebagai beban yang akan menyesatkannya.
  36. Orang cerdas selalu memohon ampun kepada Tuhannya, sedangkan orang bodoh merasa tak perlu memohon maaf kepada siapapun.
  37. Orang cerdas mampu meminta maaf dan memaafkan orang lain, sedangkan orang bodoh bahkan tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
  38. Orang cerdas merasa membutuhkan dan dibutuhkan masyarakat, sedangkan orang bodoh merasa tidak membutuhkan masyarakat, apalagi dibutuhkan masyarakat.
  39. Orang cerdas cukup dinasehati dengan musibah, sedangkan orang bodoh selalu minta dinasehati saat tertimpa musibah.
  40. Orang cerdas berpikir bagaimana caranya untuk memberi, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana caranya untuk meminta.
  41. Orang cerdas tak mampu menolak pemberian karena merasa malu, sedangkan orang bodoh tak mampu memberi karena tak memiliki rasa malu.
  42. Orang cerdas berusaha untuk membantu orang lain untuk membayar utangnya, sedangkan orang bodoh selalu menanggguhkan pembayaran utangnya.
  43. Orang cerdas selalu berorientasi ke masa depannya, sedangkan orang bodoh dipenjara oleh masa lalunya.
  44. Orang cerdas tidak pernah memulai tanpa mengakhiri, sedangkan orang bodoh tidak mampu mengakhiri sesuatu yang dimulainya.
  45. Orang cerdas selalu merasa bebas dan bertanggung jawab, sedangkan orang bodoh mengginginkan kebebasan tanpa berani bertanggung jawab.
  46. Orang cerdas suka memandang isi dibanding kulit, sedangkan orang bodoh lebih suka memandang kulIt dibanding isi.
  47. Orang cerdas memndidik keluarganya dengan kepemimpinan spiritualistik, sedangkan orang bodoh mendidik keluarganya dengan kepemimpinan yang otoriter dan materilistik.
  48. Orang cerdas memandang kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan, sedangkan orang bodoh memandang kegagalan sebagai penghalang menuju kesuksesan.
  49. Orang cerdas selalu ditunggu dan diharapkaN orang banyak, sedangkan orang bodoh selalu tak di inginkan kehadirannya oleh orang banyak.
  50. Orang cerdas meletakkan lidah di belakang akal, sedangkan orang bodoh berbicara tanpa akal.

Nah, itulah perbedaan sesungguhnya dari orang cerdas dengan orang bodoh, karena itu setiap orang mampu menjadi cerdas, karena kecerdasan yang sesungguhnya datang dari hati, bukan dari otak semata.

*Penting
Meskipun begitu, sebenarnya saya lebih suka menilai predikat daripada subjeknya, karena yang namanya subjek selama dia masih hidup masih bisa berubah. Maksudnya begini, ketika kita menilai atau menyangka salah seorang manusia itu baik, bisa jadi beberapa waktu kemudian dia berubah menjadi buruk, dan baik atau buruk dia tidak terlalu berpengaruh untuk kehidupan kita. Namun jika kita menekankan kepada aspek predikat atau pekerjaannya, yang namanya pekerjaan itu hukumnya lebih pasti dan kita perlu untuk mengetahuinya, baik ya baik, buruk ya buruk, tentu dengan mengkaitkan beberapa variabel lainnya.

Artinya yang bisa disebut cerdas atau bodoh itu adalah pemikiran atau tindakan, bukan orangnya. Tapi karena manusia diberikan pilihan, maka dia yang bertanggung jawab atas tindakannya tersebut.

Oke, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi Sobat blogger semua. Terimakasih atas kunjungannya, mohon maaf atas segala kekurangannya.
Wassalammualaikum wr. wb.

Baca Juga :

11 komentar:

  1. bener gan ;D terkadang si bodoh gak nyadar bahwa dirinya bodoh.. egois gitu yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga aja informasi ini bermanfaat dan dapat membuka pikiran orang banyak. Terimakasih udah berkunjung ya gan :)

      Hapus
  2. Saya masih bingung dengan kalimat ini "Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya." itu maksudnya gimana ya? dan kalau yg ini "Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat." itu maksudnya gimana ya? saya ga mengerti, tolong dibalas ya? makasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung dan bertanya.

      1. Orang yang mengumpulkan harta kekayaan dengan tujuan untuk meraih ridha-Nya (Tuhan) - baik itu untuk menafkahi keluarga, bersedekah, atau untuk keperluan ibadah lainnya, dengan jalan yang benar pula - tidak akan kehilangan hartanya, melainkan akan dihitung oleh Tuhan untuk di balas di kemudian hari dengan berlipat ganda. Sedangkan orang yang mengumpulkan harta kekayaan hanya demi kepuasan nafsu / egonya (hidup terlalu bermewah-mewahan, untuk kesombongan, atau sekadar memenuhi kebutuhan tapi tidak menyisihkan sebagian harta untuk disedekahkan, tanpa mementingkan kehalalan juga, dsb) hanya akan menjadikan hartanya sebagai penjerumus dirinya ke neraka.

      2. Memandang ke bawah untuk urusan akhirat artinya selalu bersyukur, seberapa pahitnya hidup yang ia jalani, ia yakin bahwa ada orang yang mendapatkan cobaan lebih berat dari dirinya.

      Memandang ke bawah untuk urusan akhirat artinya selalu merasa ibadahnya sudah lebih baik dari orang lain, jadi dia sudah merasa puas bahkan berbangga diri dengan ibadahnya.

      Terima kasih, mudah-mudahan dapat difahami dan bermanfaat.

      Hapus
  3. makasih mas,,,saya mau nyoba, semoga berhasil.

    BalasHapus
  4. dari poin di ats beberapa yang saya miliki di kebodohan yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana agar sikap kebodohannya bisa berubah menjadi pintar . terima kasih

    BalasHapus
  5. dari beberapa poin di atas ada yg saya alami di sikap bodoh nya dan yg saya ingin tanyakan bagaimana menghilangkan sikap bodoh tersebut? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caranya adalah jangan sok pintar. Manusia itu memang bodoh, tapi dia dianugrahi kemampuan untuk belajar. Sebenarnya judul yang saya kasih bisa dibilang kurang baik, karena terlalu subjektif dan menekankan adanya orang bodoh dan orang baik, padahal semua orang sama, yang berbeda adalah sikapnya. Yang ada adalah sikap atau pemikiran yang bodoh dan yang cerdas. Kesimpulannya, terima bahwa manusia memang lemah. Bukti nyata orang yang lapang dada menerima dirinya lemah adalah dengan tidak sombong dan terus belajar.

      Hapus
  6. didunia ini tidak ada yang pintar dan bodoh ..
    akan tetapi yang ada iyalah orang yang malas dan rajin..!!
    jadi hidup didunia itu harus semangat..
    karna kehidupan adalah perjuangan..

    BalasHapus
  7. That right.. Terkadang orng bodoh sllu mngumpulkan bnyk uang & tk mau memberi.. Akhirnya Tuhan mengambil uangnya dgn jln yg tak disangka2, mgkin dia tertipu, mgkin usahanya bangkrut. Dll. Aku akn trus bljar..

    BalasHapus
  8. Betul itu kak. Kunjungi juga. islampedianyadunia.blogspot.co.id

    BalasHapus

 
NetXZ - Berbagi Tanpa Batas : About | Advertise | Sitemap
Support : Perbedaan Orang Cerdas dengan Orang Bodoh
Template Modified by Septia Mujizat
Proudly Powered by Blogger